Sinopsis
Merahnya merah adalah suatu novel yang menggambarkan tokoh kita, di dalam suatau komunitas gelandangan di sebuah kota besar. Tokoh kita sebelum revolusi adalah calon rahib, komandan, terakhir dia adalah seorang algojo pemacung kepala kepada pengkhianat-pengkhianat yang tertangkap ,tapi setelah revolusi dia masuk rumah sakit jiwa. Tokoh kita seseorang yang masuk dalam kaum gelandangan tersebut cukup dihormati dan disegani oleh gelandangan lainnya. Maria adalah sahabat dekatnya tokoh kita. Dia seorang wanita panggilan. Dia juga dianggap ibu, oleh para gelandangan lainnya. Dulunya dia dia bercita-cita menjadi seorang perawat, namu karena dia takut dengan darah akhirnya dia urungkan niatnya tersebut. Hubungan antara tokoh kita dan Maria sangat mesra sekali,tokoh kita juga sangat nyaman jika berada di samping Maria. Sampai akhirnya Fifi muncul di tengah mereka berdua,Maria yang murah senyum menjadi sering marah dan pencemburu. Karena tokoh kita semakin lama semakin akrab saja. Fifi adalah seorang gadis yang berumur 14 tahun yang hidupnya sangatlah suram karena dia adalah anak yatim yang bekerja sebagai pelacur, demi bertahan hidup ia melakukannya.
Maria sebenarnya tidak suka Fifi berada dalam
komunitasnya, namun Maria didesak oleh tokoh kita . karena cintanya kepada tokoh kita terlalu besar dia
menuruti semua yang dia minta termasuk permintaannya untuk menerima fifi
tinggal di gubuknya.Suatu hari Fifi
menghilang , tokoh kita kebingungan, Pak Centeng yang ahli dalam mencari orang
hilangpun merasa kecewa karena dia gagal menemukan Fifi. Padahal dia sering
dimintai bantuan oleh polisi dan itupun selalu dilakukan dengan hasil yang
memuaskan.
Beberapa hari kemudian
tokoh kita yang menghilang, dan kejadian itu membuat Pak Centeng malu dan
terhina lagi. Dan akhirnya Mariaapun juga ikut menghilang. Dan segala cara telah dikeluarkan semua,
sampai polisi juga terlibat tapi
hasilnnya tetap nihil. Tokoh kita
kemudian kembali banyak pertanyaan yang dilontarkan olehnya. Ternyata Fifi dibunuh oleh Maria, dan Maria
sendiripun mencoba menghapus dosa-dosanya pada Tuhan Yang Maha Kuasa.para
gelandangan merasa lega dan terharu.
Tapi Pak Centeng menyalahkan tokoh kita ,sebab sebelum ada tokoh kita
lingkungan gelandangan ini masih aman-aman saja. Dia kesal karena setelah
munculnya tokoh kita hati Maria berpindah ke tokoh kita.
Tapi karena marahnya sama tokoh kita sudah sedemikian besar dan tak tertahankan Pak centeng tidak peduli dengan ancaman polisi. Tanpa ampun, golok Pak Centeng diayunkan kebatang leher tokoh kita, kepala tokoh kita langsung pisah dari badannya. Akhirnya polisi menembak kepala pak centeng. Mereka berdua tergeletak tak bernyawa dan kedua-duanya dikuburkan dengan upacara militer yang dihadiri pejabat tinggi negara.
Tapi karena marahnya sama tokoh kita sudah sedemikian besar dan tak tertahankan Pak centeng tidak peduli dengan ancaman polisi. Tanpa ampun, golok Pak Centeng diayunkan kebatang leher tokoh kita, kepala tokoh kita langsung pisah dari badannya. Akhirnya polisi menembak kepala pak centeng. Mereka berdua tergeletak tak bernyawa dan kedua-duanya dikuburkan dengan upacara militer yang dihadiri pejabat tinggi negara.