Media Transmisi Data dibagi menjadi 2 bagian. Yaitu
:
1. Media Transmisi Guided
2. Media Transmisi Unguided
Media transmisi
yang terpandu maksudnya adalah media yang mampu mentransmisikan besaran-besaran
fisik lewat materialnya. Contoh: kabel twisted-pair, kabel coaxial dan serat
optik.
1. Twisted Pair
Kabel twisted-pair terdiri atas dua jenis yaitu
shielded twisted pair biasa disebut STP dan unshielded twisted pair (tidak
memiliki selimut) biasa disebut UTP.
Kabel twisted-pair terdiri atas dua
pasang kawat yang terpilin. Twisted-pair lebih tipis, lebih mudah putus, dan
mengalami gangguan lain sewaktu kabel terpuntir atau kusut. Keunggulan dari
kabel twisted-pair adalah dampaknya terhadap jaringan secara keseluruhan:
apabila sebagian kabel twisted-pair rusak, tidak seluruh jaringan terhenti,
sebagaimana yang mungkin terjadi pada coaxial. Kabel twisted-pair terbagi atas
dua yaitu:
- Shielded Twisted-Pair (STP)
- Unshielded Twisted-Pair
(UTP)
a. Shielded Twisted -Pair (STP)
Kabel STP mengkombinasikan
teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel. STP yang peruntukan
bagi instalasi jaringan ethernet, memiliki resistansi atas interferensi
elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan ukuran fisik kabel.
Kabel Shielded Twister-Pair nyaris memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama
dengan kabel UTP. Satu hal keunggulan STP adalah jaminan proteksi jaringan dari
interferensi-interferensi eksternal, sayangnya STP sedikit lebih mahal
dibandingkan UTP.
Tidak seperti kabel coaxial, lapisan pelindung kabel STP
bukan bagian dari sirkuit data, karena itu perlu diground pada setiap ujungnya.
Pada prakteknya, melakukan ground STP memerlukan kejelian. Jika terjadi
ketidaktepatan, dapat menjadi sumber masalah karena bisa menyebabkan pelindung
bekerja sebagai layaknya sebuah antenna; menghisap sinyal-sinyal elektrik dari
kawat-kawat dan sumber-sumber elektris lain disekitarnya. Kabel STP tidak dapat
dipakai dengan jarak lebih jauh sebagaimana media-media lain (seperti kabel
coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater).
- Kecepatan dan keluaran:
10-100 Mbps
- Biaya rata-rata per node: sedikit mahal dibadingkan UTP dan
coaxial
- Media dan ukuran konektor: medium
- Panjang kabel maksimum yang
diizinkan : 100m (pendek).
b. Unshielded Twisted-Pair
Untuk UTP terdapat
pula pembagian jenis yakni:
Category 1 : sifatnya mampu mentransmisikan data
kecepatan rendah. Contoh: kabel telepon.
Category 2 : sifatnya mampu
mentransmisikan data lebih cepat dibanding category 1. Dapat digunakan untuk
transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz.
Category 3 : mampu
mentransmisikan data hingga 16 MHz.
Category 4 : mamu mentransmisikan data
hingga 20 MHz.
Category 5 : digunakan untuk transmisi data yang memerlukan
bandwidth hingga 100 MHz.
Secara fisik, kabel Unshielded Twisted-Pair terdiri
atas empat pasang kawat medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung.
Tipe kabel ini semata-mata mengandalkan efek konselasi yang diproduksi oleh
pasangan-pasangan kawat, untuk membatasi degradasi sinyal. Seperti halnya STP,
kabel UTP juga harus mengikuti rule yang benar terhadap beberapa banyak tekukan
yang diizinkan perkaki kabel. UTP digunakan sebagai media networking dengan
impedansi 100 Ohm. Hal ini berbeda dengan tipe pengkabelan twister-pair lainnya
seperti pengkabelan untuk telepon. Karena UTP memiliki diameter eksternal 0,43
cm, ini menjadikannya mudah saat instalasi. UTP juga mensuport
arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat
popular.
Kecepatan dan keluaran: 10 – 100 Mbps
Biaya rata-rata per node:
murah
Media dan ukuran: kecil
Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m
(pendek).
Kabel UTP memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang,
ukurannya kecil, juga harganya lebih murah dibanding media lain. Kekurangan
kabel UTP adalah rentang terhadap efek interferensi elektris yang berasal dari
media atau perangkat-perangkat di sekelilingnya. Meski begitu, pada prakteknya
para administrator jaringan banyak menggunakan kabel ini sebagai media yang
efektif dan cukup diandalkan.
2. Kabel Coaxial
Kabel coaxial atau popular
disebut “coax” terdiri atas konduktor silindris melingkar, yang menggelilingi
sebuah kabel tembaga inti yang konduktif. Untuk LAN, kabel coaxial menawarkan
beberapa keunggulan. Diantaranya dapat dijalankan dengan tanpa banyak
membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh
diantara node network, dibandingkan kabel STP atau UTP. Repeater juga dapat
diikutsertakan untuk meregenerasi sinyal-sinyal dalam jaringan coaxial sehingga
dalam instalasi network cukup jauh dapat semakin optimal. Kabel coaxial juga
jauh lebih murah dibanding Fiber Optic, coaxial merupakan teknologi yang sudah
lama dikenal. Digunakan dalam berbagai tipe komuniksai data sejak
bertahun-tahun, baik di jaringan rumah, kampus, maupun perusahaan.
Kecepatan
dan keluaran: 10 -100 Mbps
Biaya rata-rata per node: murah
Media dan
ukuran konektor: medium
Panjang kabel maksimum: 200m (disarankan 180m) untuk
thin-coaxial dan 500m untuk thick-coaxial
Saat bekerja dengan kabel, penting
bagi kita untuk mempertimbangkan ukurannya; seperti ketebalan, diameter,
pertambahan kabel sehingga akan menjadi pertimbangan atas kesulitan saat
instalasi dilapangan. Kita juga harus ingat bahwa kabel akan mengalami
tarikan-tarikan dan tekukan di dalam pipa. Kabel coaxial datang dalam beragam
ukuran. Diameter terbesar diperuntukkan sebagai backbone Ethernet karena secara
historis memiliki ketahanan transmisi dan daya tolak interferensi yang lebih
besar. Tipe kabel coaxial ini sering disebut dengan thicknet, namun dewasa ini
sudah banyak ditinggalkan. Kabel coaxial lebih mahal saat diinstal dibandingkan
kabel twisted-pair.
3. Fiber Optic
Kabel fiber optic merupakan media
networking yang mampu digunanakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Jika
dibandingkan media-media lain, fiber optic memiliki harga lebih mahal, tetapi
cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu beroperasi dengan
kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Kabel fiber optic dapat
mentransmisikan puluhan juta bit digital perdetik pada link kabel optic yang
beroperasi dalam sebuah jaingan komersial. Ini sudah cukup utnuk mengantarkan
ribuan panggilan telepon.
Beberapa keuntungan kabel fiber
optic:
Kecepatan: jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan
tinggi, mencapai gigabits per second
Bandwidth: fiber optic mampu membawa
paket-paket dengan kapasitas besar.
Distance: sinyal-sinyal dapat
ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan “refresh” atau
“diperkuat”.
Resistance: daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang
dihasilkan perangkat-perangkat elektronik seperti radio, motor, atau bahkan
kabel-kabel transmisi lain di sekelilingnya.
Maintenance: kabel-kabel fiber
optic memakan biaya perawatan relative murah.
Tipe-tipe kabel fiber
optic:
Kabel single mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang
memiliki diameter 8.3 hingga 10 micron. (satu micron besarnya sekitar 1/250
tebal rambut manusia)
Kabel multimode adalah kabel yang terdiri atas multi
serat fiber glass, dengan kombinasi (range) diameter 50 hingga 100 micron.
Setiap fiber dalam kabel multimode mampu membawa sinyal independen yang berbeda
dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.
Plastic Optical Fiber merupakan
kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki performa familiar dengan kabel
single mode, tetapi harganya sedikit murah.
Kontruksi kabel fiber
optic
Core: bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut
sinyal-sinyal data optical dari sumber ke device penerima. Core berupa helai
tunggal dari glass atau plastik yang kontinyu (dalam micron). Semakin beasr
ukuran core, semakin banyak data yang dapat diantarkan. Semua kabel fiber optic
diukur mengacu pada diameter core-nya.
Cladding: merupakan lapisan tipis yang
menyelimuti fiber core.
Coating: adalah lapisan plastik yang menyelimuti core
dan cladding. Penyangga coating ini diukur dalam micron dan memilki range 250
sampai 900 micron.
Strengthening fibers: terdiri atas beberapa komponen yang
dapat menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama
instalasi
Cable jacket: merupakan lapisan terluar dari keseluruhan badan
kabel.
Media unguided mentransmisikan gelombang electromagnetic tanpa
menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat optik. Contoh sederhana
adalah gelombang radio seperti microwave, wireless mobile dan lain
sebagainya.
1. Media ini memerlukan antena untuk transmisi dan penerimaan
(transmiter dan receiver)
2. Ada dua jenis transmisi
Point-to-point
(unidirectional) yaitu dimana pancaran terfokus pada satu sasaran
Broadcast
(omnidirectioanl) yaitu dimana sinyal terpancar ke segala arah dan dapat
diterima oleh banyak antena
3. Tiga macam wilayah frekuensi
Gelombang
mikro (microwave) 2 – 40 Ghz
Gelombang radio 30 Mhz – 1 Ghz
Gelombang
inframerah
Untuk media tidak terpandu (unguided), transmisi dan penerimaan
dapat dicapai dengan menggunakan antena. Untuk transmisi, antena mengeluarkan
energi elektromagnetik ke medium (biasanya udara) dan untuk penerimaan, antena
mengambil gelombang elektomagnetik dari medium sekitarnya. Media transmisi tidak
terpandu (unguided) terbagi atas empat bagian yaitu:
1. Gelombang Mikro
Terrestrial (Atmosfir Bumi)
2. Gelombang Mikro Satelit
3. Radio
Broadcast
4. Infra Merah
1. Gelombang Mikro Terrestrial
Deskripsi
Fisik
Tipe antena gelombang mikro yang paling umum adalah parabola ‘dish’.
Ukuran diameternya biasanya sekitar 3 m. Antena pengirim memfokuskan sinar
pendek agar mencapai transmisi garis pandang menuju antena penerima. Antena
gelombang mikro biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu diatas tanah untuk
memperluas jarak antara antena dan mampu menembus batas. Untuk mencapai
transmisi jarak jauh, diperlukan beberapa menara relay gelombang mikro, dan
penghubung gelombang mikro titik ke titik dipasang pada jarak
tertentu.
Aplikasi
Kegunaan sistem gelombang mikro yang utama adalah dalam
jasa telekomunikasi long-haul, sebagai alternative untuk coaxial cable atau
serat optic. Fasilitas gelombang mikro memerlukan sedikit amplifier atau
repeater daripada coaxial cable pada jarak yang sama, namun masih memerlukan
transmisi garis pandang. Gelombang mikro umumnya dipergunakan baik untuk
transmisi televisi maupun untuk transmisi suara.
Pengguna gelombang mikro
lainnya adalah untuk jalur titik-titik pendek antara gedung. Ini dapat digunakan
untuk jaringan TV tertutup atau sebagai jalur data diantara Local Area Network.
Gelombang mikro short-haul juga dapat digunakan untuk aplikasi-aplikasi khusus.
Untuk keperluan bisnis dibuat jalur gelombang mikro untuk fasilitas
telekomunikasi jarak jauh untuk kota yang sama, melalui perusahaan telepon
local.
Krakteristik-karakteristik transmisi
Transmisi gelombang mikro
meliputi bagian yang mendasar dari spectrum elektromagnetik. Frekuensi yang umum
di gunakan untuk transmisi ini adalah rentang frekuensi sebesar 2 sampai 40 GHz.
Semakin tinggi frekuensi yang digunakan semakin tinggi potensial bandwidth dan
berarti pula semakin tinggi rate data-nya. Sama halnya dengan beberapa sistem
transmisi, sumber utama kerugian adalah atenuansi. Sehingga repeater dan
amplifier ditempatkan terpisah jauh dari sistem gelombang mikro biasanya 10
sampai 100 km. Atenuansi meningkat saat turun hujan khusunya tercatat diatas 10
GHz. Sumber gangguan-gangguan yang lain adalah interferensi. Dengan semakin
berkembangnya popularitas gelombang mikro, daerah transmisi saling tumpang
tindih dan interferensi merupakan suatu ancaman. Karena itu penetapan band
frekuensi diatur dengan ketat.
Band yang paling umum untuk sistem
telekomunikasi long-haul adalah band 4 GHz sampai 6 GHz. Dengan meningkatkan
kongesti (kemacetan) pada frekuensi-frekuensi ini, sekarang digunakan band 11
GHz. Band 12 GHz digunakan sebagai komponen sistem TV kabel. Saluran gelombang
mikro juga digunakan untuk menyediakan sinyal-sinyal TV untuk instalasi CATV
local; sinyal-sinyal yang kemudian didistribusikan kepelanggan melalui kabel
coaxial. Sedangkan gelombang mikro dengan frekuensi lebih tinggi digunakan untuk
saluran titik ke titik pendek antar gedung. Biasanya digunakan band 22 GHz.
Frekuensi gelombang mikro yang lebih tinggi lagi tidak efektif untuk jarak yang
lebih jauh, akibat meningkatnya atenuansi, namun sangat sesuai untuk jarak
pendek. Sebagai tambahan, semakin tinggi frekuensi, antenanya akan semakin kecil
dan murah.
2. Gelombang Mikro Satelit
Deskripsi fisik
Satelit
komunikasi adalah sebuah stasiun relay gelombang mikro. Dipergunakan untuk
menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi,
yang dikenal sebagai stasiun bumi atau ground station. Satelit menerima
transmisi diatas satu band frekuensi (uplink), amplifier dan mengulang
sinyal-sinyal, lalu mentransmisikannya ke frekuensi yang lain (downlink). Sebuah
satelit pengorbit tunggal akan beroperasi pada beberapa band frekuensi, yang
disebut sebagai transponder channel, atau singkatnya transponder.
Ada dua
konfigurasi umum untuk komunikasi satelit yang popular yaitu:
Satelit
digunakan untuk menyediakan jalur titik-ke titik diantara dua antena dari dua
stasiun bumi
Satelit menyediakan komunikasi antara satu transmitter dari
stasiun bumi dan sejumlah receiver stasiun bumi.
Agar komunikasi satelit bisa
berfungsi efektif, biasanya diperlukan orbit stasioner dengan memperhatikan
posisinya diatas bumi. Sebaliknya, stasiun bumi tidak harus saling berada
digaris pandang sepanjang waktu. Untuk mrnjadi stasioner, satelit harus memiliki
periode rotasi yang sama dengan periode rotasi bumi. Kesesuaian ini terjadi pada
ketinggian 35.784 km.
Dua satelit yang menggunakan band frekuensi yang sama,
bila keduanya cukup dekat, akan saling mengganggu. Untuk menghindari hal ini,
standar-standar terbaru memerlukan 4 derajat ruang.
Aplikasi
Satelit
komunikasi merupakan suatu revolusi dalam teknologi komunikasi dan sama
pentingnya dangan serat optic. Aplikasi-aplikasi terpenting untuk satelit
lainnya diantaranya adalah:
Distribusi siaran televisi
Transmisi telepon
jarak jauh
Jaringan bisnis swasta
Beberapa karakteristik komunikasi
satelit dapat diuraikan sebagai berikut:
akibat jarak yang panjang terdapat
penundaan penyebaran (propagation delay) kira-kira seperempat detik dari
transmisi dari suatu stasiun bumi untuk di tangkap oleh stasiun bumi lain.
Disamping itu muncul masalah-masalah yang berkaitan dengan control error dan
flow control.
gelombang mikro merupakan sebuah fasilitas penyiaran, dan ini
sudah menjadi sifatnya. Bebarapa stasiun dapat mentransmisikan ke satelit, dan
transmisi dari satelit dapat diterima oleh beberapa stasiun.
Karena sifat
siarannya, satelit sangat sesuai untuk distrbusi siaran televisi dan
dipergunakan secara luas di seluruh dunia. Menurut penggunaan cara lama, sebuah
jaringan menyediakan pemrograman dari suatu lokasi pusat. Program-program
ditransmisikan ke satelit dan kemudian disiarkan ke sejumlah stasiun, dimana
kemudian program tersebut didistribusikan ke pemirsa. Satu jaringan, public
broadcasting service (PBS) mendistribusikan program televisinya secara eksklusif
dengan menggunakan channel satelit, yang kemudian diikuti oleh jaringan
komersial lainnya, serta sistem televisi berkabel yang menerima porsi besar dari
program-program mereka dari satelit. Aplikasi teknologi satelit terbaru untuk
distribusi televisi adalah direct broadcast satellite (DBS), dimana pada
aplikasi tersebut sinyal-sinyal video satelit ditransmisikan secara langsung
kerumah-rumah pemirsa. Karena mengurangi biaya dan ukuran antena penerima, maka
DBS dianggap sangat visible, dan sejumlah channel mulai disiapkan atau sedang
dalam taraf perencanaan.
Transmisi satelit juga dipergunakan untuk titik ke
titik antar sentral telepon pada jaringan telepon umum. Juga merupakan media
yang optimum untuk kegunaan luas dalam sambungan langsung internasional dan
mampu bersaing dengan sistem terrestrial untuk penghubung internasional jarak
jauh.
Juga terdapat sejumlah apliksi data bisnis untuk satelit. Provider
satelit membagi kapasitas total menjadi beberapa channel dan menyewakan channel
itu kepada user bisnis individu. Satu user dilengkapi dengan antena pada
sejumlah situs yang dapat menggunakan channel satelit untuk jaringan swasta.
Biasanya, aplikasi-aplikasi semacam itu sangat mahal dan terbatas untuk
organisasi-organisasi yang lebih besar dengan peralatan canggih. Sebuah hasil
untuk pengembangan baru dalam hal ini adalah sistem Very Small Aperture Terminal
(VSAT), yang menyediakan alternatif biaya murah. Dengan mengacu pada beberapa
aturan, stasiun-stasiun ini menbagi kapasitas transmisi satelit dari suatu
stasiun pusat. Stasiun pusat dapat saling mengirimkan pesan dengan setiap
pelanggannya serta dapat merelay pesan-pesan tersebut di antara
pelanggan.
Karakteristik-karakteristik Transmisi
Jangkauan transmisi
optimum untuk transmisi satelit adalah berkisar pada 1 sampai 10 GHz. Dibawah 1
GHz, terdapat derau yang berpengaruh dari alam, meliputi derau dari galaksi,
matahari, dan atmosfer, serta interferensi buatan manusia, dari berbagai
perangkat elektronik. Diatas 10 GHz, sinyal-sinyal akan mengalami atenuansi yang
parah akibat penyerapan dan pengendapan di atmosfer.
Saat ini sebagian besar
satelit menyediakan layanan titik ke titik dengan menggunakan bandwidth
frekuensi berkisar antara 5,925 sampai 6,425 GHz untuk transmisi dari bumi ke
satelit (uplink) dan bandwidth frekuensi 4,7 sampai 4,2 GHz untuk transmisi dari
satelit ke bumi (downlink). Kombinasi ini di tunjukkan sebagai band 4/6 GHz.
Patut dicatat bahwa frekuensi uplink dan downlink berbeda. Sebuah satelit tidak
dapat menerima dan mentransmisi dengan frekuensi yang sama pada kondisi operasi
terus-menerus tanpa interferensi. Jadi, sinyal-sinyal yang diterima dari suatu
stasiun bumi pada satu frekuensi harus ditransmisikan kembali dengan frekuensi
yang lain.
Band 4/6 GHz berada dalam zona optimum 1 sampai 10GHz, namun
menjadi penuh. Frekuensi-frekuensi lain pada rentang tersebut tidak tersedia
karena interferensi juga beroperasi pada frekuensi-frekuensi itu, biasanya
gelombang mikro terrestrial. Karenanya, band 12/14 lebih dikembangkan lagi
(uplink:14 sampai 14,5 GHz ; downlink: 11,7 sampai a4,2 GHz). Pada band
frekuensi ini, masalah-masalah mulai datang. Untuk itu, digunakan stasiun bumi
penerima yang lebih kecil sekaligus lebih murah. Ini untuk mengantisipasi band
ini juga menjadi penuh, dan penggunanya dirancang untuk band 19/29 GHz. (uplink
27,5 sampai 31.0 GHz; downlink: 17,7 sampai 21,2 GHz). Band ini mengalami
masalah-masalah atenuansi yang lebih besar namun akan memungkinkan band yang
lebih lebar (2500 MHz sampai 500 MHz).
3. Radio Broadcast
Deskripsi
fisik
Perbedaan-perbedaan utama diantara siaran radio dan gelombang mikro
yaitu, dimana siaran radio bersifat segala arah (broadcast) sedangkan gelombang
mikro searah (point-to-point). Karena itu, siaran radio tidak memerlukan antena
parabola, dan antena tidak perlu mengarah ke arah persis sumber
siaran
Aplikasi
Radio merupakan istilah yang biasa digunakan untuk
menangkap frekuensi dalam rentang antara 3 kHz sampai 300 GHz. Kita menggunakan
istilah yang tidak formal siaran radio untuk band VHF dan sebagian dari band
UHF: 30 MHz sampai 1 GHz. Rentang ini juga digunakan untuk sejumlah aplikasi
jaringan data.
Karakteristik-karakteristik Transmisi
Rentang 30 MHz sampai
1 GHz merupakan rentang yang efektif untuk komunikasi broadcast. Tidak seperti k
asus untuk gelombang elektromagnetik berfrekuensi rendah, ionosfer cukup
trasparan untuk gelombang radio diatas 30 MHz. jadi transmisi terbatas pada
garis pandang, dan jarak transmitter tidak akan mengganggu satu sama lain dalam
arti tidak ada pemantulan dari atmosfer. Tidak seperti frekuensi yang lebih
tinggi dari zona gelombang mikro, gelombang siaran radio sedikit sensitive
terhadap atenuansi saat hujan turun. Karena gelombangnya yang panjang maka,
gelombang radio relative lebih sedikit mengalami atenuansi.
Sumber gangguan
utama untuk siaran radio adalah interferensi multi-jalur. Pantulan dari bumi,
air, dan alam atau obyek-obyek buatan manusia dapat menyebabkan terjadinya
multi-jalur antar antena. Efek ini nampak jelas saat penerima TV menampilkan
gambar ganda saat pesawat terbang melintas.
4. Infra Merah
Komunikasi
infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter/receiver (transceiver) yang
modulasi cahaya yang koheren. Transceiver harus berada dalam jalur pandang
maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit
rumah. Satu perbedaan penting antara transmisi infra merah dan gelombang mikro
adalah transmisi infra merah tidak dapat melakukan penetrasi terhadap dinding,
sehingga masalah-masalah pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam
gelombang mikro tidak terjadi. Selanjutnya, tidak ada hal-hal yang berkaitan
dengan pengalokasian frekuensi dengan infra merah, karena tidak diperlukan
lisensi untuk itu. Pada handphone dan PC, media infra merah ini digunakan untuk
mentransfer data tetapi dengan suatu standar atau protocol tersendiri yaitu
protocol IrDA. Cahaya infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika
dilihat dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak
pada spektruk elektromagnetik dengan panjang gelombang diatas panjang gelombang
cahaya merah.